Senin, 10 Maret 2014

Keistimewaan Istiqomah


Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Para pembaca yang di Rahmati Allah,

Saya akan membicarakan sedikit tentang Istiqomah, ada sebuah cerita dari Imam Syafi’i seorang ulama besar yang sangat di segani oleh semua orang. Dan beliau juga salah seorang yang di terima madzhabnya. Suatu ketika ada seorang pedagang yang berjualan di dekat Masjid, Pedagang itu selalu berdzikir mengucapkan “Subhanallah walhamdulillah walailahailallah Allah hu Akbar” setiap kali melayani tamunya, dia ingin sekali bertemu dengan Imam Syafi’i dan dia selalu berdo’a agar dia bisa bertemu dengan beliau. Suatu hari Do’a pedagang itu terkabul dengan cara yang tidak di duga. Ketika sedang melayani tamu, dan ketika itu Shalat Dhuhur telah usai, tiba-tiba hujan lebat datang menghampiri Masjid tersebut. Akhirnya banyak orang yang terjebak karena hujan itu. Karena lamanya, akhirnya ada seseorang yang datang dan menghampirinya. Ketika orang tersebut masuk, orang itu mendengar suara dzikir yang perlahan. Dia mencari-cari suara itu, tetapi tidak menemukan suara itu. Akhirnya, setelah lama pedagang itu keluar karena mendengar ada yang datang berkunjung.
Orang itu bertanya kepada si pedagang :
“Wahai pedagang,apakah kau mendengar suara dikir yang perlahan ?” Pedagang itu tidak menjawab dan diam saja.
Akhirnya orang itu bertanya lagi :
“Wahai pedagang, apakah kau mendengar suara dzikir ?” Lagi-lagi pedagang itu menghiraukan pembicaraan orang tersebut. Setelah beberapa lama, akhirnya suara dzikir itu mulai terdenar dengan jelas. Dan ternyata yang berdzikir itu adalah si pedagang yang dari tadi sedang melayani orang tersebut. Karena takjub melihat pedagan itu,
akhirnya orang itu meanyai nama orang tersebut :
“Wahai pedagang, siapakah namamu ?”
Sang pedagang menjawab pertanyaan orang tersebut :
“Aku hanyalah seorang hmaba Allah yang sedang berdagang di depan Masjid”
Lalu pedagang itu balik bertanya kepada orang tersebut :
“Siapakah namamu wahai hamba Allah ?”

Orang tersebut menjawab :
“Aku adalah Imam Syafi’i” Karena sang pedagang itu takjub melihat yang sedang berhadapan dengannya, dia langsung bersyukur dan mencium tangan Imam Syafi’i tersebut.
Subhanallah ..
Betapa Allah sangat menyayangi orang yang melakukan Istiqomah, Dia tidak akan menyia-nyiakan setiap apa yang di lakukan oleh hamba-Nya yang sedang menjalankan Istiqomah.
Kata "Istiqomah" secara bahasa berarti Tegak dan Lurus. Sedangkan secara Istilah, para salafus shalih memberikan beberapa definisi, diantaranya :
1.    Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu 'anhu :
"Hendaknya kamu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga".
2.    Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu :
 "Hendaknya kita bertahan dalam satu perintah atau larangan, tidak berpaling seperti berpalingnya seekor musang".
3.    Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu :
 "Istiqomah artinya ikhlas".
4.    Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu :
 "Istiqomah adalah melaksanakan kewajiban".
5.    Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu :
 "Istiqomah mengandung 3 macam arti : Istiqomah dengan lisan (yaitu bertahan terus mengucapkan kalimat syahadat), istiqomah dengan hati (artinya terus melakukan niat yang jujur) dan istiqomah dengan jiwa (senantiasa melaksanakan ibadah dan ketaatan secara terus-menerus).
6.    Ar Raaghib :
 "Tetap berada di atas jalan yang lurus".
7.    Imam An Nawawi :
 "Tetap alam ketaatan". Sehingga Istiqomah mengandung pengertian : "tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah 'Azza wa Jalla".
8.    Mujahid :
“Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah Taala”.
9.    Ibnu Taimiah :
“Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh kiri kanan”.Dengan kata lain istiqomah mengandung suatu arti mendalam dalam beribadah kepada-Nya, mencintai sepenuh hati dalam mencari Ridha-Nya.
Allah berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30).