Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Para pembaca yang di Rahmati Allah,
Saya akan membicarakan sedikit tentang Istiqomah,
ada sebuah cerita dari Imam Syafi’i seorang ulama besar yang sangat di segani
oleh semua orang. Dan beliau juga salah seorang yang di terima madzhabnya.
Suatu ketika ada seorang pedagang yang berjualan di dekat Masjid, Pedagang itu
selalu berdzikir mengucapkan “Subhanallah walhamdulillah walailahailallah Allah
hu Akbar” setiap kali melayani tamunya, dia ingin sekali bertemu dengan Imam
Syafi’i dan dia selalu berdo’a agar dia bisa bertemu dengan beliau. Suatu hari Do’a
pedagang itu terkabul dengan cara yang tidak di duga. Ketika sedang melayani
tamu, dan ketika itu Shalat Dhuhur telah usai, tiba-tiba hujan lebat datang
menghampiri Masjid tersebut. Akhirnya banyak orang yang terjebak karena hujan
itu. Karena lamanya, akhirnya ada seseorang yang datang dan menghampirinya.
Ketika orang tersebut masuk, orang itu mendengar suara dzikir yang perlahan.
Dia mencari-cari suara itu, tetapi tidak menemukan suara itu. Akhirnya, setelah
lama pedagang itu keluar karena mendengar ada yang datang berkunjung.
Orang itu bertanya kepada si pedagang :
“Wahai pedagang,apakah kau mendengar suara dikir
yang perlahan ?” Pedagang itu tidak menjawab dan diam saja.
Akhirnya orang itu bertanya lagi :
“Wahai pedagang, apakah kau mendengar suara dzikir ?”
Lagi-lagi pedagang itu menghiraukan pembicaraan orang tersebut. Setelah beberapa
lama, akhirnya suara dzikir itu mulai terdenar dengan jelas. Dan ternyata yang
berdzikir itu adalah si pedagang yang dari tadi sedang melayani orang tersebut.
Karena takjub melihat pedagan itu,
akhirnya orang itu meanyai nama orang tersebut :
“Wahai pedagang, siapakah namamu ?”
Sang pedagang menjawab pertanyaan orang tersebut :
“Aku hanyalah seorang hmaba Allah yang sedang
berdagang di depan Masjid”
Lalu pedagang itu balik bertanya kepada orang
tersebut :
“Siapakah namamu wahai hamba Allah ?”
Orang tersebut menjawab :
“Aku adalah Imam Syafi’i” Karena sang pedagang itu
takjub melihat yang sedang berhadapan dengannya, dia langsung bersyukur dan
mencium tangan Imam Syafi’i tersebut.
Subhanallah ..
Betapa Allah sangat menyayangi orang yang melakukan
Istiqomah, Dia tidak akan menyia-nyiakan setiap apa yang di lakukan oleh
hamba-Nya yang sedang menjalankan Istiqomah.
Kata "Istiqomah" secara
bahasa berarti Tegak dan Lurus. Sedangkan secara Istilah, para salafus
shalih memberikan beberapa definisi, diantaranya :
1. Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu 'anhu
:
"Hendaknya kamu tidak menyekutukan
Allah dengan apapun juga".
2. Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu :
"Hendaknya kita
bertahan dalam satu perintah atau larangan, tidak berpaling seperti
berpalingnya seekor musang".
3. Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu :
"Istiqomah artinya ikhlas".
4. Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu :
"Istiqomah adalah
melaksanakan kewajiban".
5. Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu
:
"Istiqomah
mengandung 3 macam arti : Istiqomah dengan lisan (yaitu bertahan terus
mengucapkan kalimat syahadat), istiqomah dengan hati (artinya terus melakukan
niat yang jujur) dan istiqomah dengan jiwa (senantiasa melaksanakan ibadah dan
ketaatan secara terus-menerus).
6. Ar Raaghib :
"Tetap berada di atas jalan yang lurus".
7. Imam An Nawawi :
"Tetap alam
ketaatan". Sehingga Istiqomah mengandung pengertian : "tetap dalam
ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah 'Azza wa
Jalla".
8. Mujahid :
“Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan
Allah Taala”.
9. Ibnu Taimiah :
“Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh
kiri kanan”.Dengan kata lain istiqomah mengandung suatu arti mendalam dalam
beribadah kepada-Nya, mencintai sepenuh hati dalam mencari Ridha-Nya.
Allah berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb
kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka
malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa
takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan
(memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat:
30).